BELAJAR DASAR PEMROGRAMAN PASCAL #1 : PENGERTIAN DAN SEJARAH PASCAL

Tahukah Anda siapa pencipta bahasa pemrograman Pascal? Niklaus Wirth adalah pengembang pemrograman Pascal pada tahun 1970 dengan misi utama menggantikan bahasa pemrograman yang kompleks seperti ALGOL. Melalui buku panduan legendaris “The Pascal User Manual and Report”, Wirth memperkenalkan konsep pemrograman terstruktur yang mudah dipelajari namun sangat andal. Artikel ini akan membahas secara mendalam perjalanan Pascal dari laboratorium di Swiss hingga menjadi bahasa pemrograman paling berpengaruh di Amerika Serikat dan dunia industri.

SEJARAH PASCAL

Niklaus Wirth atau Niklaus Emil Wirth adalah pencipta dari bahasa Pemrograman Pascal. Beliau lahir di Swiss, tanggal 15 Februari 1934. Beliau pernah mengajar di Stanford University, Amerika Serikat (1963–1967), di Universitas Zurich (Universität Zürich), Swiss (1967–1968), dan ETH Zurich, Swiss (1968–1999). Hasil karya beliau meliputi ALGOL W (1966), Pascal (1970), Modula-2 (1979), Oberon (1988), buku dengan judul “Algorithms + Data Structures = Programs” (1975), dan Merancang workstation Lilith (1980) yang memiliki layar resolusi tinggi dan mouse.

NIKLAUS EMIL WIRTH

Foto tahun 2005 Sumber Wikipedia

Semua bermula ketika Niklaus Wirth menjadi bagian dari komite yang bertugas memperbarui bahasa ALGOL 60. Nama komite atau organisasi tersebut yaitu IFIP (International Federation for Information Processing) ingin menciptakan penerusnya yang lebih hebat, yang awalnya disebut sebagai proyek ALGOL X. Niklaus Wirth, yang saat itu masih muda, terpilih menjadi salah satu anggota komite perancang bersama tokoh besar lainnya seperti Tony Hoare dan Adriaan van Wijngaarden. Awalnya Wirth mengusulkan versi yang lebih sederhana dan efisien (dikenal sebagai ALGOL W), namun komite lebih memilih rancangan yang jauh lebih kompleks bernama ALGOL 68. Wirth merasa ALGOL 68 terlalu rumit untuk diajarkan kepada mahasiswa. Kecewa dengan keputusan tersebut, ia memutuskan untuk bekerja sendiri menciptakan bahasa baru yang ideal menurut visinya.

Tahun 1966 muncul dua kubu yang saling bertolak belakang yaitu:

  • Kubu Van Wijngaarden (Mayoritas): Ingin bahasa yang sangat teoretis, sangat fleksibel, dan sangat kompleks. Mereka ingin menciptakan “bahasa universal” yang bisa melakukan segalanya. Proyek ini akhirnya menjadi ALGOL 68.
  • Kubu Niklaus Wirth (Minoritas): Wirth berargumen bahwa bahasa yang terlalu kompleks akan sulit dibuat kompilernya dan sulit dipelajari manusia. Ia mengusulkan pendekatan yang lebih praktis, efisien, dan terstruktur.

Karena usulannya ditolak oleh komite, Wirth tetap mengembangkan rancangannya secara mandiri di Stanford University. Hasilnya adalah bahasa yang dikenal sebagai ALGOL W (W untuk Wirth).

Tahun 1968 Wirth kembali ke Swiss tepatnya di ETH Zurich dan merasa bahwa ALGOL W masih membawa terlalu banyak “beban” dari desain ALGOL lama. Ia memutuskan untuk membangun bahasa baru dari nol yang benar-benar mewujudkan visinya tentang pemrograman terstruktur. Selama periode ini, ia melakukan perubahan krusial sepert Penyederhanaan Syntax, Strong Typing, dan Efisiensi Kompilasi. Semua perubahan itu merupakan cikal bakal munculnya bahasa pemrograman Pascal.

Pascal resmi diperkenalkan oleh Wirth pada tahun 1970. Perbedaan utamanya dengan proyek ALGOL X (yang menjadi ALGOL 68) sangat mencolok yaitu ALGOL 68 akhirnya dianggap terlalu berat dan sulit diterapkan, sehingga perlahan memudar sedangkan Pascal justru meledak karena sangat ringan, mudah dipelajari mahasiswa, dan sangat disiplin dalam logika.

Nama “Pascal” sendiri diambil dari nama fisikawan dan matematikawan Prancis, Blaise Pascal, sebagai bentuk penghormatan Wirth terhadap beliau. Niklaus Wirth menciptakan Pascal bukan tanpa alasan yang kuat. Pada akhir 1960-an, ia merasa bahasa pemrograman yang ada saat itu (seperti Fortran dan COBOL) terlalu rumit dan tidak teratur.

KEPOPULERAN PASCAL

Pada awal 1970-an, Kenneth Bowles adalah direktur pusat komputer di UC San Diego (UCSD). Saat itu, mahasiswa belajar pemrograman menggunakan bahasa BASIC atau Fortran.

BASIC dianggap terlalu berantakan dan tidak mengajarkan logika pemrograman yang baik. Fortran terlalu kaku dan sulit digunakan di komputer mikro yang mulai muncul. Bowles merasa butuh bahasa yang “disiplin” untuk mahasiswa, tapi bisa berjalan di mesin kecil.

KENNETH BOWLES

Foto Tahun 2018 Sumber jacobsschool

Sekitar tahun 1974, Bowles membaca laporan teknis dan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Niklaus Wirth dari Swiss tentang bahasa baru bernama Pascal. Wirth telah merilis spesifikasi Pascal pada tahun 1970. Saat Bowles mempelajari strukturnya, ia langsung menyadari bahwa Pascal adalah jawaban yang ia cari. Ia kagum pada betapa bersihnya struktur kode Pascal dibandingkan bahasa-bahasa lain pada masa itu.

Ketertarikan Bowles bukan sekadar hobi. Ia bahkan menjalin komunikasi dengan komunitas pengguna Pascal di Eropa (khususnya melalui Pascal User’s Group). Ia melihat bahwa Pascal sudah mulai digunakan di komputer-komputer besar (mainframe) di Eropa. Bowles kemudian berpikir: “Bagaimana jika bahasa yang hebat ini bisa dijalankan di komputer mikro murah yang bisa dibeli oleh mahasiswa di Amerika?”.

Setelah mengenal Pascal, Bowles menyadari ada kendala teknis: setiap merk komputer di Amerika saat itu punya bahasa mesin yang berbeda-beda. Jika ia membuat Pascal untuk satu komputer, ia tidak bisa menggunakannya di komputer lain. Terinspirasi dari konsep awal Wirth tentang P-Code (kode antara), Bowles dan timnya di UCSD mengembangkan interpreter yang memungkinkan kode Pascal “terbang” dari satu jenis komputer ke komputer lainnya tanpa perlu ditulis ulang. Inilah yang kemudian dikenal sebagai UCSD Pascal.

Sebelum Kenneth Bowles turun tangan, Pascal hanya bisa berjalan di komputer-komputer besar (mainframe) yang sangat mahal. Bowles melakukan inovasi jenius:

  1. Menciptakan P-Code: Kode Pascal tidak langsung diubah ke bahasa mesin, tapi ke “P-Code” (Pseudo-code).
  2. Portabilitas: Karena adanya P-Code, Pascal tiba-tiba bisa digunakan di komputer kecil seperti Apple II milik Steve Jobs, Commodore, hingga IBM PC.
  3. Ekspansi ke Sekolah: Karena bisa jalan di komputer murah, sekolah-sekolah di Amerika mulai membeli sistem ini. Inilah yang membuat Pascal menjadi bahasa standar ujian nasional (AP Computer Science) di Amerika Serikat.

Kepopuleran Pascal lainnya yaitu pada saat pihak Apple ingin mengembangkan Apple II bisa digunakan di berbagai komputer. Cerita bermula Pada akhir tahun 1970-an, Bill Atkinson adalah salah satu karyawan awal Apple (karyawan ke-51) yang sangat jenius. Ia merasa bahwa bahasa BASIC yang ada di Apple II tidak cukup kuat untuk membangun aplikasi masa depan yang ia impikan (yang nantinya menjadi antarmuka grafis atau GUI).

Atkinson mendengar tentang proyek Kenneth Bowles di UC San Diego (UCSD). Ia merasa teknologi P-Code milik Bowles adalah solusi agar Apple II bisa menjalankan bahasa tingkat tinggi yang disiplin dan profesional.

Atkinson pergi langsung ke San Diego untuk bertemu dengan Kenneth Bowles. Di sana, ia melihat demonstrasi sistem UCSD Pascal yang jauh lebih canggih daripada sistem operasi apa pun milik Apple saat itu. Atkinson sangat terkesan karena sistem tersebut memiliki compiler yang cepat dan manajemen file yang rapi.

Setelah kembali ke Cupertino, Atkinson harus meyakinkan manajemen Apple (termasuk Steve Jobs dan Steve Wozniak) untuk membeli lisensi UCSD Pascal. Ia berargumen bahwa:

  • Pascal akan menarik minat pengembang profesional dan dunia pendidikan untuk membeli Apple II.
  • Pascal memungkinkan pembuatan aplikasi yang lebih besar dan kompleks dibandingkan BASIC.

Setelah berhasil meyakinkan Apple, Atkinson memimpin upaya untuk menyesuaikan (porting) sistem UCSD tersebut ke dalam perangkat keras Apple II. Hasil kerja kerasnya ini dirilis pada tahun 1979 dengan nama Apple Pascal.

PENGERTIAN PASCAL

Pascal adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang awalnya dirancang oleh Niklaus Wirth pada tahun 1970. Nama “Pascal” diambil dari nama matematikawan dan filsuf Prancis abad ke-17, Blaise Pascal, sebagai bentuk penghormatan.

Bahasa ini dibuat dengan tujuan utama sebagai alat bantu pengajaran pemrograman secara terstruktur bagi mahasiswa, namun dalam perjalanannya, Pascal berkembang menjadi bahasa yang sangat mumpuni untuk pengembangan aplikasi komersial.

Karakteristik Utama Pascal

Pascal memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya tetap relevan dan dicintai, terutama di dunia pendidikan:

  • Tipe Data Kuat (Strongly Typed): Programmer harus menentukan tipe data untuk setiap variabel (seperti integer, string, atau real). Jika tipe datanya tidak cocok, program tidak akan berjalan. Ini sangat bagus untuk meminimalisir kesalahan logika.
  • Terstruktur: Pascal mendorong penggunaan blok-blok kode yang rapi menggunakan begin dan end, sehingga kode mudah dibaca dan dikelola.
  • Sintak Mirip Bahasa Inggris: Perintahnya menggunakan kata-kata yang mudah dipahami manusia, seperti Readln, Writeln, If, Then, dan Else.
Struktur Dasar Kode Pascal

Berikut adalah gambaran sederhana bagaimana sebuah program Pascal ditulis:

program HaloDunia; { Judul Program }

uses crt; { Unit tambahan untuk kontrol layar }

begin
clrscr; { Membersihkan layar }
writeln(‘Halo, selamat belajar Pascal!’); { Menampilkan teks }
readln; { Menunggu input user agar program tidak langsung tertutup }
end.

Sekian untuk penjelasan kali ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kalian yang mau belajar. Jika ada salah kata, kurang paham, ada yang ditanyakan atau sesuatu yang mau dibahas, kalian bisa komen di kolom komentar di bawah ini. Selanjutnya kita akan bahas Cara download dan Instal Free Pascal di Windows. Terima Kasih….


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *